Pengajak Judi Online atau Offline bisa Pidana


LBHIWOSOPPENG.COM Soppeng - Pengajak Judi Online atau Offline bisa Pidana

Polisi telah mengklasifikasikan aplikasi trading Binomo sebagai judi online. Hal itu didapat dari hasil pemeriksaan polisi terhadap delapan orang korban. (Bisnis.com)

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan korban penipuan berkedok trading aplikasi Binomo dijanjikan keuntungan sebesar 80 persen sampai 85 persen.
"Aplikasi atau website Binomo telah menjanjikan keuntungan sebesar 80 hingga 85 persen dari nilai atau dana buka perdagangan yang ditentukan setiap trader atau korban," kata Whisnu, dikutip Jumat (11/2/2022).

Whisnu memaparkan perekrutan para korban sebagai nasabah terjadi pada April 2020. Para korban, kata Whisnu, melihat promosi yang disebar oleh terlapor atas nama Indra Kenz (IK) melalui Youtube, Instagram, Telegram.
"LBH IWO SOPPENG, Konsultan Hukum Keluarga ANDA" Hp./WA. 085242935945
Mereka yang mengajak orang untuk ikutan main judi, dan lebih parahnya mengambil keuntungan dari kekalahan member nya. 
Juga pemilik aplikasinya, mesti dijangkau oleh hukum. 
Mestinya akan kena dengan pasal ini, selain tentu pasal penipuan terhadap member groupnya. 

Coba perhatikan pasal ini, 
Pasal 303 KUHP:
ayat (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah, barang siapa tanpa mendapat izin:
Ke-1   dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pencarian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk itu;
Ke-2   dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam perusahaan untuk itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata-cara;
Ke-3   menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencarian.


Diedit oleh: Mappasessu LBH IWO SOPPENG




0 Comments