Kue Tradisional Bugis Barongko Pisang

LBHIWOSOPPENG.COM -- Kue Tradisional Bugis Barongko Pisang

Sebagai suku Bugis Soppeng, kue  Barongko Pisang sudah menjadi tradisi didaerah kami.dan dapat dijumpai dalam berbagai acara. rasanya manis dan lembut pingin nambah dan nambah teruss.
Zaman dahulu kue barongko pisang tergolong makanan mewah dan hanya khusus disajikan bagi kaum bangsawan dari kerajaan-kerajaan Bugis. Raja-raja Bugis menikmati panganan yang berbahan pokok pisang ini sebagai makanan penutup. Kudapan ini hanya disajikan pada saat tertentu, seperti pernikahan dan upacara adat.

Bahan-bahan
1 sisir pisang kepok matang (diambil yg putih dan tengahnya yang hitam di buang)
5-6 butir telur yang besar
4 gelas belimbing santan (dari 2 butir kelapa tua dikikis kulit hitam kelapa)
2 1/2 gelas belimbing gula pasir
1/2 kaleng susu putih (merek frisian flag)
  • secukupnya Pewarna Kuning
  • Sejumput garam
  • secukupnya Daun pisang yg muda sebagai pelapis pertama
  • Daun pisang yang hijau tua sebagai pelapis kedua dari daun yg muda,dijemur terlebih dahulu
Resep Kue Tradisional Bugis Barongko Pisang

Langkah

  • Telur dan gula dikocok sampai larut/res
  • Siapkan blender lalu masukkan pisang dan campurkan terlebih dahulu susu dan santan,haluskan.
  • Pindahkan ditempat wadah yang lain.lalu campurkan telur yg dikocok td bersama gula kedalam pisang yg diblender tadi.aduk rata;
  • Jangan lupa masukkan pewarna kuning telur dengan garam sejumput. lalu aduk kembali sampai rata. (catatan : boleh ditambah gula jika masih ingin lebih manis)
Ambil daun pisang dgn ukuran 30×15 berbentuk perahu, lalu masukkan adonan satu cangkir dan tutup. ratakan ujung daun dengan pakai gunting baru diikat menggunakan tali rafia atau ditusuk pakai tusukan gigi atau hekter agar kue tdk meleleh atau terbongkar.
Kukus selama 20 menit atau sampai berubah warna daunnya menjadi gelap.
Jika kue sudah tidak panas simpan dalam kulkas baru disajikan.terasa nikmat jika kue barongko disantap saat dingin dari kulkas.
(catatan: kulit luarnya dibuka agar kue barongkonya tidak terasa tebal dan jadi bersih)

demikian cara pembuatannya.

Barongko berwarna putih kekuningan, berbentuk segitiga dan dikemas secara tradisional dengan menggunakan daun pisang. Seperti bahan dasar sebagain besar kuliner lain di Sulawesi Selatan, bahan utama kue Barongko adalah pisang. Umumnya, pisang yang digunakan adalah jenis pisang kepok yang oleh masyarakat Bugis dikenal sebagai utti loppo yang berarti pisang besar.
Pisang besar inilah yang kemudian dihaluskan lalu dicampur dengan bahan lainnya antara lain gula pasir, telur, santan kental, vanili, garam dan lainnnya. Setelah itu dibungkus dengan menggunakan daun pisang dengan pola segitiga tiga dimensi dan disemat dengan lidi, lalu dikukus. Setelah masak, ditunggu dulu beberapa saat barulah kue ini disajikan dalam keadaan dingin.
Meski terkesan sederhana dan mudah, namun kue ini jarang ditemui. Barongko baru muncul di acara-acara istimewa seperti sunatan, akikah, mappanre temme, atau pesta pernikahan. Pasalnya, di daerah asalnya pembuatan barongko tidak dilakukan dengan sembarangan. Barongko harus dibuat oleh orang yang sudah berpengalaman, agar rasa asli barongko tetap terjaga.
Sebagian besar masyarakat Bugis menyebut barongko sebagai kue kejujuran. Bahan utama yang terbuat dari pisang dan kemudian dibungkus kembali dengan tanaman yang sama dengan bahan dasarnya (daung pisang) merepresentasikan kejujuran.
Maknanya,  bahwa haruslah sama apa yang terlihat di luar dengan apa yang tersimpan di dalam diri kita. Hal ini tentunya mengajarkan kita bahwa apa yang diucapkan harus sama dengan apa yang dilakukan, dan apa dikerjakan harus sama dengan apa yang dirasakan. Makna lainnya adalah apa yang terpikirkan dan yang dirasakan haruslah selaras dengan tindakan yang dilakukan.
Jadi, jika suatu saat anda merasa dikhianati atau merasa nilai kejujuran semakin memudar, ingat masih ada barongko "Si Manis-Lembut" khas Pinisi yang hingga sekarang masih tetap dipertahankan eksistensi rasa dan nilai filosofisnya.

Semoga Bermanfaat

Published: Mappasessu

0 Comments