Marketing adalah Tentang Persepsi


Marketing adalah Tentang Persepsi

Kisah tentang JOSHUA BELL


Pada sebuah ‘social experiment’ yang diprakarsai The Washington Post, Joshua Bell seorang maestro biola, mengenakan topi bisbol dan menyamar sebagai pengamen di stasiun kereta bawah tanah Washington DC, pada 12 Januari 2007. Eksperimen itu direkam dengan kamera tersembunyi, sebagai bagian dari penelitian tentang persepsi, selera, dan prioritas masyarakat.

Di antara 1.097 orang yang lewat, tujuh berhenti untuk mendengarkannya, hanya satu orang mengenalinya. Hasil mengamennya yang hampir 45 menit itu, Bell hanya mengumpulkan $32,17 dari 27 orang yang lewat (tidak termasuk $20 dari orang yang mengenalinya). Padahal 2 hari sebelumnya, dia mendapatkan lebih banyak uang dengan memainkan repertoar yang sama di sebuah konser.




Perhatikan 2 paragraf diatas hanya berisi fakta. 
Jadi tak menarik dan membosankan bacanya!


Banyak survei pemasaran dilakukan untuk mengukur bagaimana presentasi mempengaruhi persepsi konsumen tentang kualitas. Hasilnya, konsumen hampir selalu memilih produk hanya karena dikemas atau dipresentasikan lebih menarik. 

Perhatikan, misalnya, kisah nyata diatas bisa diceritakan dengan kemasan narasi yang jauh lebih menarik: 

“Seorang pria duduk di stasiun metro di Washington DC dan mulai memainkan biola; itu adalah pagi yang dingin di bulan Januari. Dia memainkan 6 chapter karya Bach selama sekitar 45 menit. Saat jam sibuk itu ribuan orang melewati stasiun dalam perjalanan ke tempat kerja.”

“Tiga menit berlalu dan seorang pria paruh baya melihat ada pengamen bermain biola. Dia memperlambat langkahnya dan berhenti selama beberapa detik kemudian bergegas pergi mengejar jadwalnya.” 

“Semenit kemudian, pemain biola itu menerima $1 pertamanya: seorang wanita melemparkan uang dan tanpa berhenti terus berjalan. Beberapa menit berlalu, seseorang bersandar di dinding untuk mendengarkannya, tetapi pria itu melihat arlojinya dan mulai berjalan lagi. Jelas dia terlambat masuk kerja.”

“Yang paling memperhatikan adalah seorang anak berusia 3 tahun. Ibunya bergegas menghampirinya, tetapi anak itu berhenti untuk melihat permainan biolanya. Akhirnya ibunya mendorong keras anaknya untuk terus berjalan.”

“Selama 45 menit pengamen itu bermain, hanya 6 orang yang berhenti sejenak untuk menyimak. Sekitar 20 memberinya uang tetapi terus bergegas meninggalkannya. Dia hitung uangnya, hanya dapat $32.” 

“Ketika dia selesai bermain, tidak ada orang memperhatikannya. Tidak ada yang bertepuk tangan, juga tidak ada applause. Tidak ada yang tahu bila pemain biola itu adalah Joshua Bell, salah satu musisi terbaik di dunia. Bell mampu memainkan karya-karya komposer yang paling rumit, dengan biola stradivarius antik seharga $3,5 juta (IDR 40M) yang dipakainya saat ngamen barusan.”

"Padahal 3 hari sebelum ngamen di kereta bawah tanah itu, tiket konser Joshua Bell seharga rata-rata $100 telah terjual habis di sebuah teater di Boston.”




INSPIRASI

“Keputusan untuk membeli tiket konser yang mahal itu dilakukan secara emosional karena EGO, baru kemudian di justifikasi secara rasional.”

“Apakah kita mau berhenti untuk bisa merasakan dan menghargai keindahan?”

“Saat kita sibuk dikejar-kejar target, apakah kita mampu mengenali orang pintar yang bisa mengajari kita untuk maju?”

“Jika kita tidak punya waktu untuk berhenti dan mendengarkan praktisi bisnis terbaik memberikan nasihat bisnis terbaik, berapa banyak peluang bisnis yang akan terlewatkan?”

“Setiap pengusaha memiliki pilihan untuk terus melakukan bisnis dengan cara biasa  plus kerja lebih keras ATAU mulai mempelajari keterampilan bisnis baru untuk membuat bisnis jadi lebih mudah?” 

“Apakah keputusan untuk berubah itu selalu buruk? Bagaimana jika dengan perubahan malah bisa jadi lebih bagus?” 

“Apakah Anda punya waktu untuk pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan untuk meningkatkan omset dan profit bisnis Anda?”

#SocialExperiment #JoshuaBell #TheWashingtonPost #Stradivarius #StoryTelling #BusinessCoach #SuccessCoach #Coaching4Result #MotivatorBisnis #MentorBisnis #KonsultanBisnis #KonsultanMarketing #BusinessSpeaker #MotivationalSpeaker #InspirationalSpeaker #ResultBasedCoaching

0 Comments