Manusia Kelaparan Psikologis


Manusia Kelaparan Psikologis

PENGETAHUAN & KEBIJAKSANAAN

Manusia kelaparan. Bukan lapar dalam arti fisiologis, namun lapar secara psikologis. Untuk itulah kemudian kita belajar, membaca buku, menyimak berita, menyerap informasi. Namun anehnya, kita tetap saja lapar. Kita merasa bahwa menyerap informasi dan pengetahuan baru akan mengenyangkan kita. Nyatanya, tidak. Maka kemudian kita belajar lagi, membaca lagi, menyimak lagi, menyerap lagi. Namun yang kita berusaha serap hanya informasi saja, hanya pengetahuan saja, dan alih-alih membuat kita kenyang, menyerap hal ini justru membuat kita semakin lapar.

Menurut Eric Weiner, penulis buku The Socrates Express, yang kita butuhkan bukan sekadar informasi atau pengetahuan, kita membutuhkan kebijaksanaan (wisdom). Informasi hanyalah fakta yang bercampurbaur, antara fakta penting dengan fakta tak penting, antara berlian dan sampah. Sementara pengetahuan agak lebih mendingan, fakta-faktanya lebih tertata, sehingga kita bisa memilah mana berlian mana sampahnya. Namun kebijaksanaan melampaui itu semua. Kebijaksanaan menguraikan fakta sehingga fakta tersebut menjadi masuk akal bagi kita, dan yang lebih penting lagi bagaimana fakta tersebut dapat kita gunakan dalam hidup kita. Sebuah pepatah mengatakan: “pengetahuan adalah mengetahui apa yang harus dikatakan, kebijaksanaan adalah mengetahui kapan mengatakannya.”

Ya, kita tetap memerlukan pengetahuan untuk meraih kebijaksanaan. Meskipun demikian, banyaknya pengetahuan yang dimiliki seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan kebijaksanaan yang ia miliki. Bahkan kadang kala ada orang-orang yang semakin tidak bijak seiring semakin banyaknya pengetahuan yang dimilikinya.  Jika banyaknya pengetahuan bukan kuncil Lalu, apa kunci untuk meraih kebijaksanaan ini? Saya sering menggunakan piramida DIKW untuk menggambarkan proses meraih kebijaksanaan. Perhatikan piramida yang terlampir.


Kuncinya adalah merefleksikan pengetahuan yang kita dapatkan sehingga kita mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam (insight). Jadi, terhubung dengan bahasan kemarin, saat kita belajar, fokuslah untuk mendapatkan insight bukan sekadar mengumpulkan informasi. Ken Poirot, penulis buku “Mentor Me” mengatakan: “kebijaksanaan datang dari melakukan kesalahan, memiliki keberanian untuk menghadapinya, dan melakukan penyesuaian, bergerak ke depan berdasar pengetahuan yang didapat dari pengalaman tersebut.”



0 Comments