Kepemimpinan Zaman


Kepemimpinan Zaman

Ghadir Khum Bukti Nabi Negarawan Terbaik Sepanjang Masa

Manusia diciptakan untuk sampai kepada kesempurnaan dan itu tidak akan terealisasi kecuali melewati perantara para nabi sebagai representasi tuhan dimuka bumi.  Selain mereka memiliki akses langsung dengan langit, para nabi harus manusia paling berakal diantara manusia lainnya sehingga mampu mengatur masyarakat dengan baik.

Allah swt sebagai entitas nirbatas yang memiliki ilmu tidak terbatas, sebagai pencipta, tentu mengetahui hamba-hamba yang berkualitas untuk mengemban tugas agung ini. Karena jika mengutus seseorang yang tidak sesuai ekspektasi, maka kemaha-an Tuhan dipertanyakan dan maha suci Allah swt dari segala kekurangan.  

Islam sebagai agama paling sempurna dan penutup agama-agama yang mengatur seluruh kehidupan masyarakat, baik personal, maupun sosial, tentu nabi yang diutus haruslah seorang paling berakal dimuka bumi dan memiliki leadership terbaik yang pernah ada karena jika tidak, maka tujuan Allah swt tidak akan pernah terealisasi.

Untuk itu manusia paling berakal dan pemilik leadership terbaik sepanjang sejarah kemanusiaan pasca ketiadaannya, tidak akan pernah meninggalkan masyarakat dan agama sempurnanya tanpa pemimpin. Tentu jika kita sepakat bahwa sang nabi terakhir adalah manusia paling berakal dan pemimpin terbaik dimuka bumi hingga hari kiamat.


Untuk mendukung klaim ini, kita bisa lihat bukti-bukti sejarah bahwa Nabi Muhammad saww selama kepemimpinannya tidak pernah meninggalkan umat tanpa pemimpin, walaupun hanya meninggalkan kota Madinah hanya beberapa jam saja.


Abu Muhammad Abdul Malik Ibn Hisyam atau terkenal dengan Ibnu Hisyam Himairi pengarang kitab sejarah Sirah Nabawiyah adalah sejarawan abad ketiga yang menghimpun sejarah Nabi Muhammad dari berbagai sumber seperti kitab sejarah Ibnu Ishak dan maghazi Al-Waqidi kemudian merangkumnya. Ibnu Hisyam menjelaskan dalam kitab sejarahnya bahwa ketika nabi meninggalkan kota Madinah, Beliau selalu menunjuk penggantinya untuk mengatur dan memimpin kota dari masalah shalat jamaah hingga perkara-perkara kenegaraan. Rasulullah saww tidak pernah meninggalkan kota Madinah tanpa pemimpin, bahkan jika beliau pergi dan kembali pada hari yang sama.


Ibnu Hisyam menulis penunjukan kepemimpinan dimasa kehidupan nabi lebih dari 20 kesempatan diantaranya:

  1. Ghazwah Ashirah yaitu peperangan pertama dalam Islam sebelum perang Badr pada tahun pertama hijrah dan ketika Nabi meninggalkan Madinah beliau menunjuk Abu Salamah bin Abdil Asad sebagai pengganti beliau. ( Sirah Ibnu Hisyam, Juz.2, Hal.248)
  2. Perang Badr pertama beliau menunjuk pengganti beliau Zaid bin Harist untuk mengurus urusan Madinah. (Sirah Ibnu Hisyam, Juz. 1 Hal.600)
  3. Perang Badr Kubra beliau menunjuk Ibnu Maktum sebagai imam jamaah di kota Madinah dan setelah itu menunjuk Abu Lubabah untuk urusan kenegaraan. (Sirah Ibnu Hisyam, Juz.2 Hal. 263-264)
  4. Ghazwah Bani Salim beliau menunjuk Ummi Maktum dan Suba bin Auf Al-Anshari. (Sirah Ibnu Hisyam, Juz. 3 Hal.46)
  5. Ghazwah Al-Shawiq dan beliau menunjuk Abu Lubabah untuk menggantikannya di Madinah. ( Sirah Ibnu Hisyam, juz. 3 Hal. 48 )
  6. Ghazwah Al-Furu dari Najran beliau menunjuk Ummi Maktum. (Sirah Ibnu Hisyam, juz. 3 Hal.49)
  7. Ghazwah Bani Qinqa dan beliau menunjuk Abu Lubabah dan untuk Imam Jamaah Ummi Maktum. (Sirah Ibnu Hisyam, juz. 3 Hal.68)
  8. Ghazwah Hamra Al-Asad beliau menunjuk Ummi maktum. (Sirah Ibnu Hisyam, juz. 3 Hal.108)
  9. Ghazwah Bani Nadhir beliau saww menunjuk Ummi maktum. (Sirah Ibnu Hisyam, juz. 3 Hal. 114)
  10. Ghazwah Badr Akhirah beliau menunjuk Abdullah bin Ubay. (Sirah Ibnu Hisyam, juz. 3 Hal.220)
  11. Perang Khandak, Perang Bani Qaridhah dan perang Bani Lahyan beliau menunjuk Ummi maktum sebagai wakilnya di Madinah. (Sirah Ibnu Hisyam, juz. 3 Hal. 231/245/292)
  12. Perang Bani Mushtaliq beliau saww menunjuk Abu Dzar Al-Ghifari sebagai wakil beliau di Madinah. (Sirah Ibnu Hisyam, juz. 3 Hal.302)
  13. Perdamaian Hudaibiyah beliau menunjuk Namilah bin Abdullah Al-Laisti sebagai pemimpin Madinah. (Sirah Ibnu Hisyam, juz. 3 Hal. 341)
  14. Fathu Makah dan beliau menunjuk Abarham kulstum bin Hashin al-Ghifari sebagai wakil beliau di Madinah. (Sirah Ibnu Hisyam, juz. 4 Hal.42)



Rasulullah saww walaupun hanya setengah hari pergi keluar kota Madinah, beliau tidak pernah meninggalkan umat tanpa wakil dan pemimpin, lalu bagaimana jika beliau pergi untuk selamanya?!

Apakah masuk akal jika manusia paling berakal dimuka bumi dan pemilik leadership terbaik dimuka bumi, menunjuk pemimpin di kota madinah walau hanya pergi beberapa jam saja namun tidak menunjuk pemimpin kala beliau akan pergi untuk selamanya?!
.
"DIA ADALAH DIA"

Dari pintu ka'bah ia terlahir.
Dalam sekejap mata ia tak pernah kafir.
Dalam ketaatan kepada Ahmad ia tak pernah berpikir.
Untuk kemanusiaan ia terlahir.

Ali ...
Sebuah nama Illaihi.
Yang melukiskan sang maha tinggi.

Kelahirannya penuh berkah.
Membuat bumi cerah.
Para malaikat bungah.
Iblis marah.

Cinta simbolnya.
Ilmu cahayanya.
Ahmad junjungannya.
Pemimpin wanita istrinya.
Dua pemimpin pemuda putranya.

Demi Tuhan ia berseru.
Pada kebenaran ia bertumpu.

Di Uhud ia berjuang.
Di Badar ia menang.
Di Khandaq ia menumbangkan Amr Al Amri.
Di Hunain ia menyinari.
Di Tabuk ia mewakili.
Di Khaibar ia mengungguli.

Bagai Harun posisinya.
Di sisi Musa tempatnya.
Bagai Isa kesabarannya.
Seperti Ayub ketabahannya.

Di Ghadir ia di angkat.
Menjadi pengemban wasiat.
Seratus dua puluh ribu melihatnya peristiwa teecatat.
Tetapi hilang di makan tempat.

Simbol kebijaksanaan.
Pancaran ke ilmuan.
Penghancur kedzaliman.
Singa keberanian.
Pusat secerah harapan.
Tumpuan keadilan.
Sampai pembunuhannya pun ia manusiakan.

Pribadi suci.
Hiasan penghambaan pada Sang Maha Tinggi.
Itulah Ali.
Keutamaan tak ada henti.
Menghentikan semua ilustrasi.
Karena Ali adalah Ali.

Habib Abdullah, Bandung, 25 February 2021.

"Bahagialah bagi mereka yang sibuk melihat aib dirinya sendiri menghalanginya melihat aib orang lain".

~ Imam Ali as ~

Selamat Hari Raya Idul Ghadir

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَنَا مِنَ الْمُتَمَسِّكِيْنَ بِوِلاَيَةِ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْأَئِمَّةِ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kami dari orang-orang yang berpegang teguh kepada Wilayah Amirul Mu’minin dan para Imam -Salam sejahtera atas mereka.

Selamat Hari Raya Al- Ghadir, 
hari penunjukan Ali sebagai Pemimpin pasca Nabi.

0 Comments