Proses Pengurusan Surat Tanah Girik C1 menjadi Sertifikat


Tanah warisan atau yang biasa dikenal dengan istilah tanah girik merupakan salah satu aset yang perlu untuk dilindungi. Untuk itu, semua tanah yang belum sertifikat, seperti tanah girik perlu didaftarkan konversi haknya ke kantor pertanahan setempat. Hal tersebut diatur dalam UU No. 5 Tahun 1960 atau Undang-undang Pokok Agraria (UUPA).
"LBH IWO SOPPENG, Konsultan Hukum Keluarga ANDA" Hp./WA. 085242935945
Yakin identitas kepemilikan tanah kamu sudah jelas?
Faktanya, banyak pemilik tanah yang kedapatan masalah, misalnya klaim dari orang lain yang mengaku sebagai pemilik tanah yang kamu tempati.
Saat ini, banyak tanah yang diperoleh secara turun temurun dari keluarga atau warisan sehingga hanya memiliki surat girik.
Sertifikat tanah girik merupakan jenis tanah yang dimiliki adat dan konversi haknya belum terdaftar di Kantor Pertahanan.
Mengurus Sertifikat Tanah Girik
Nah, apakah kamu berencana mengurus sertifikat tanah girik? Untuk membantumu, Koordinator LBH IWO SOPPENG Mappasessu, SH akan membagikan step pengurusan sertifikat tanah girik sendiri.
Ada dua tahapan yang perlu ditempuh, yaitu tahap pengurusan di kantor kelurahan dan kantor pertanahan.
Yuk, simak selengkapnya!
Syarat Pengurusan Sertifikat Tanah Girik di Desa/Kelurahan
Pertama-tama, silahkan mendatangi Kantor Kelurahan atau Kantor Desa setempat.
Di sini, kamu bisa mempersiapkan dokumen-dokumen wajib untuk pengurusan sertifikat tanah girik, seperti:
1. Surat Keterangan Tidak Sengketa
2. Surat Keterangan Tidak Sengketa yang dibuat dan telah ditandatangani oleh Lurah atau Kepala Desa dan turut dihadiri oleh saksi seperti Kepala RT, Kepala RW atau tokoh adat setempat.
3. Surat Keterangan Riwayat Tanah
4. Surat Keterangan Riwayat Tanah berupa dokumen yang berisikan riwayat penguasaan tanah dari masa awal hingga sekarang.
5. Surat Keterangan Penguasaan Tanak Secara Sporadik.
Dokumen yang digunakan untuk memastikan bahwa kamu selaku pemohon menguasai bidang tanah tersebut, pembuatannya dilakukan oleh kamu sendiri sebagai pemilik tanah dan disaksikan oleh Lurah atau Kepala Desa.
Syarat Pengurusan Sertifikat Tanah Girik di Kantor Pertahanan
Jika dokumen diatas sudah kamu siapkan, selanjutnya silahkan datangi kantor Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPNRI) yang ada di wilayah kamu.
Berikut tahapan yang bisa kamu lakukan:
Baca Juga : Mappasessu Terpilih Sebagai Koordinator LBH PD-IWO Soppeng
  • Mengajukan permohonan pembuatan sertifikat tanah di loket penerimaan dengan melampirkan dokumen berupa dokumen asli tanah girik atau fotokopi letter C.
  • Jangan lupakan juga dokumen yang sudah kamu urus di Kantor Kelurahan, bukti-bukti peralihan tanah girik (jika ada), lengkap dengan fotokopi KTP dan KK, fotokopi SPPT PBB, sertakan juga surat kuasa jika pembuatannya dikuasakan, dan surat penyataan sudah memasang tanda batas.
  • Jika berkas permohonan sertifikat tanah girik sudah lengkap, tunggu petugas dari Kantor Pertahanan untuk melakukan pengukuran ke lokasi tanahmu.
  • Penerbitan Surat Ukur nantinya akan dicetak dan dipetakan oleh Kantor Pertahanan dan disahkan oleh Kepala Seksi Pengukuran dan Pemetaan.
  • Penelitian dari petugas yang terdiri dari perwakilan Kantor Pertahanan, Lurah atau Kepala Desa setempat.
  • Berdasarkan Pasal 26 PP No. 24 Tahun 1997, terhitung selama 60 hari, data yuridis akan diumumkan di Kelurahan setempat dan Kantor Pertahanan.
  • Terbitnya Surat Keputusan dari Kepala Kantor Pertanahan mengenai pemberian hak atas tanah, di mana tahap ini hak tanah girik sudah berubah menjadi sertifikat tanah dan diproses oleh bagian Sub Seksi Pendaftaran Hak dan Informasi (PHI).
  • Pembayaran BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah) yang berupa NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) serta luas tanah, di mana besarannya tergantung masing-masing wilayah.
  • Pendaftaran Surat Keputusan Hak untuk diterbitkan menjadi sertifikat.
  • Sertifikat tanah yang telah ditandatangani telah selesai dibuat dan bisa kamu ambil melalui loket pengambilan di Kantor Pertanahan.
Bagaimana, cukup mudah bukan mengurus sertifikat tanah girik sendiri ? Untuk mempercepat proses pembuatannya, pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan dokumen dan biasanya proses pembuatan sertifikat tanah girik memakan waktu hingga 6 bulan setelah dokumen lengkap, ya!
Fatwa Waris
Berbeda lagi ketika tanah tersebut diperoleh melalui warisan, maka mesti mengajukan dulu Fatwa Waris, untuk melengkapi berkas berkas yang ada diatas sebelum diajukan ke Pertanahan.
Pembuatan Permohonan Fatwa Waris
Mengenai Pembuatan Permohonan Fatwa Waris, bisa melalui :
Kantor Hukum
Demikian, semoga bermanfaat !!!
Dasar Hukum:
1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;
2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana yang telah diubah pertama kali dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dan terakhir kali dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

0 Comments