Restrukturisasi Nasabah UMKM BRI Yang Mengalami Penurunan Omzet

Restrukturisasi Nasabah UMKM BRI Yang Mengalami Penurunan Omzet, bagaimana dengan yang di Watansoppeng ?
LBH CITA KEADILAN WATANSOPPENG, KONSULTAN HUKUM KELUARGA
Pemerintah memberikan keringanan cicilan kredit untuk masyarakat yang terdampak virus Corona (COVID-19).
Stimulus yang diberikan ini mengacu pada POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical.[1]
Tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang telah merestrukturisasi kredit sekitar 134.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak virus corona di Indonesia.[2]

Caranya :
Nasabah UMKM BRI yang mengalami penurunan usaha akibat terdampak COVID-19, dapat menghubungi Relationship Manager (RM) pengelola kredit dan mengisi form aplikasi restrukturisasi secara online/e-mail atau dapat juga datang ke Kantor BRI pengelola kredit untuk mengajukan permohonan restrukturisasi kredit. Website resmi BRI klik ini [3]
Alamat serta Nomor Kontak BRI Pusat
Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan sejak 16 Maret hingga 31 Maret 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi terhadap lebih dari 134.000 pelaku UMKM dengan portofolio Rp 14,9 triliun.
Sekretaris Perusahaan BRI Amam Sukriyanto mengatakan "Skema restrukturisasi yang diberikan BRI untuk masing-masing debitur berbeda disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi, dengan catatan usahanya masih memiliki prospek yang baik dan secara personal debitur memiliki itikad baik atau kooperatif," ujarnya, Selasa (7/4/2020).[4]

Restrukturisasi merupakan upaya perbaikan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang kemungkinan sulit membayarkan cicilan kredit. Pihak bank umumnya akan melakukan restrukturisasi kredit melalui sejumlah kebijakan, misalnya menurunkan suku bunga kredit, memperpanjang jangka waktu kredit, mengurangi tunggakan bungan kredit, mengurangi tunggakan pokok kredit, menambah fasilitas kredit, atau mengonversi kredit jadi penyertaan modal sementara.


Lalu Skema apa saja yang diberikan?

untuk nasabah UMKM penurunan omzet hingga 30% bisa mengajukan keringanan dengan penurunan bunga dan penundaan angsuran.
untuk nasabah UMKM penurunan omzet 30% - 50% menggunakan skema penundaan angsuran pokok namun bunga diturunkan dan tetap dibayarkan.
untuk nasabah UMKM penurunan omzet mencapai 50%-75% akan menggunakan skema ketiga yakni bunga pokok ditunda selama 6 bulan dan tidak perlu dibayarkan dulu.
bila omzet menurun lebih dari 75% baik bunga maupun pokoknya ditunda pembayarannya selama 1 tahun.
Ungkapan Direktur Utama BRI Sunarso.[5]

Sekian, semoga bermanfaat !!! Tetap Jaga Kesehatan


0 Comments