Fenomena Dispensasi Nikah, Wajib 19 Tahun



Dispensasi Nikah

UU No. 16/2019 tentang Perubahan atas UU No. 1/1974 tentang Perkawinan telah menaikkan usia minimal kawin perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun. Dengan demikian, usia kawin perempuan dan laki-laki sama-sama 19 tahun.

Setelah DPR mengesahkan revisi UU Perkawinan No 1/1974 pada September 2019. UU Perkawinan ini telah menyepakati usia minimum nikah bagi laki-laki dan perempuan menjadi 19 tahun.
Mulai berlakunya aturan ini sejak Oktober 2019, namun UU Perkawinan tetap mengatur izin pernikahan di bawah usia 19 tahun. Syaratnya, kedua orang tua calon mempelai meminta dispensasi ke pengadilan.

Menyikapi penaikan usia itu, MA menerbitkan Peraturan MA No. 5/2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin pada 20 November 2019. Untuk calon mempelai beragama Islam, permohonan dispensasi diajukan kepada pengadilan agama.

Persyaratan Umum :
Membayar panjar biaya perkara yang telah ditetapkan
Persyaratan Dispensasi Nikah :
1.      Surat Permohonan Dispensasi Nikah;
2.      Foto copy surat nikah orang tua pemohon 1 lembar yang dimateraikan Rp 6.000,- di Kantor Pos;
3.      Foto copy KTP 1 lembar;
4.      Surat Keterangan Kepala KUA setempat yang menerangkan penolakan karena kurang umur;
5.      Foto copy akte kelahiran calon pengantin laki-laki dan perempuan atau foto copy sah ijazah terakhir masing-masing 1 lembar yang dimateraikan Rp 6.000,- di Kantor Pos
Lembaga peradilan agama menerima lonjakan permohonan dispensasi kawin setelah batas usia pernikahan perempuan dinaikkan.
Dalam tiga bulan terakhir, dunia digegerkan dengan merebaknya virus baru yang mewabah. Tak terkecuali, sejak awal Maret 2020 hal serupa mulai terjadi di Indonesia. Sebagai langkah Antisipasi penyebaran COVID-19 (Corona Virus). Serta Menindak lanjuti Edaran SEKMA-RI No 1 Tahun 2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang penyesuaian sistem kerja hakim dan aparatur peradilan, untuk mengambil langkah-langkah seperti menunda sidang.

0 Comments